Puasa Nggak Jadi Alasan! Hari Pertama Masuk Sekolah di Bulan Ramadhan SD Baiturrohman Jember Dipenuhi Senyum, Semangat, dan Cerita Baik

Jember, 25 Maret 2026 – Setelah libur sepekan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, bulan yang selalu dinanti, bukan hanya karena pahala yang dilipat gandakan, tetapi juga karena suasana yang terasa berbeda, lebih tenang, lebih bermakna, saatnya murid-murid SD Baiturrohman Jember kembali belajar di sekolah. Suasana itulah yang tampak jelas pada hari pertama masuk sekolah di bulan Ramadhan di SD Baiturrohman Jember.

 

Sejak pagi, gerbang sekolah sudah dipenuhi langkah-langkah kecil para murid yang datang dengan wajah ceria. Meski sebagian dari mereka masih belajar menyesuaikan diri dengan puasa, semangat untuk kembali ke sekolah tidak luntur. Senyum mengembang, salam terucap, dan Ramadhan pun terasa hidup bahkan sebelum bel masuk berbunyi.

 

Hari pertama sekolah di bulan Ramadhan, SD Baiturrohman Jember bukan sekedar melanjutkan aktivitas belajar. Lebih dari itu, momen ini menjadi awal pembiasaan nilai, penguatan karakter, dan pembelajaran makna puasa yang tidak hanya dirasakan, tetapi juga dipraktikkan.

 

Kepala SD Baiturrohman Jember, Bapak Asmad, M.Pd, menyampaikan bahwa masuk sekolah di awal Ramadhan merupakan bagian dari pendidikan ruhani dan pembentukan kebiasaan baik sejak dini.

 

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa Ramadhan adalah bulan belajar, bukan hanya di rumah, tetapi juga di sekolah. Belajar sabar, belajar disiplin, dan belajar menjaga sikap. Karena pembelajaran selama bulan Ramadhan juga dirancang khusus termasuk dalam penyesuaian waktunya,” ujarnya.

 

Menurut beliau, sekolah memiliki peran penting dalam membantu murid menjalani Ramadhan dengan gembira dan penuh makna. Oleh karena itu, suasana sekolah dibangun lebih ramah, lebih tenang, dan lebih menyenangkan agar anak-anak tetap nyaman meski sedang berpuasa.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ibu Tituk Ihlilawati, S.Ag., S.Pd.

 

“Suasana pembelajaran di bulan Ramadhan justru tidak mengurangi semangat dan keaktifan para murid. Namun, pendekatan pembelajaran dibuat lebih ringan tetapi efektif” jelasnya.

 

Beliau menambahkan bahwa Ramadhan justru menjadi momen emas untuk menanamkan pembelajaran kontekstual. Murid-murid diajak memahami makna puasa melalui kebiasaan sederhana: berbicara dengan lembut, menahan emosi, saling membantu, dan memperbanyak perbuatan baik.

 

Dari sudut pandang murid, hari pertama sekolah di bulan Ramadhan terasa istimewa. Aira, murid kelas VI A, mengaku senang bisa kembali ke sekolah meski sedang berpuasa.

 

“Aku senang masuk sekolah pas Ramadhan. Sebenarnya hal ini tidak jauh berbeda dengan pembelajaran di bulan-bulan biasanya, tapi lebih sering diingatkan untuk sabar dan berbuat baik. Jadi puasanya terasa lebih semangat,” katanya dengan mata berbinar.

 

Sementara itu, Claretta, murid kelas II B, juga menunjukkan antusiasmenya walaupun dalam  tahap belajar berpuasa penuh.

 

“Aku mau puasanya kuat. Di sekolah waktu puasanya kerasa lebih sebentar, karena kita bertemu dan bermain bersama teman teman,” ujarnya polos, disambut senyuman manisnya.

Keceriaan hari pertama sekolah di bulan Ramadhan ini menjadi gambaran bahwa puasa bukan penghalang untuk belajar dan beraktivitas. Justru sebaliknya, Ramadhan menjadi ruang tumbuh yang indah, tempat anak-anak belajar mengelola diri, mengenal empati, dan membiasakan kebaikan.

 

Melalui suasana yang hangat dan penuh makna ini, SD Baiturrohman Jember kembali menegaskan komitmennya bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai kehidupan. Di bulan Ramadhan, sekolah bukan sekadar tempat menuntut ilmu, melainkan rumah kedua yang menumbuhkan iman, akhlak, dan kegembiraan belajar.

 

Hari pertama Ramadhan pun menjadi awal cerita baik tentang anak-anak yang belajar berpuasa dengan senyum, guru-guru yang mendampingi dengan sabar, dan sekolah yang menjadikan Ramadhan sebagai ruang pembelajaran terbaik bagi semua.

 

 

Diterbitkan oleh: Humas SD Baiturrohman Jember