Dari Materi ke Makna: Guru SD Baiturrohman Jember Perkuat Pengajaran Berbasis Keterampilan dan Penguasaan Konten
Jember, 13 Februari 2026 – Ruang pertemuan SD Baiturrohman Jember pagi itu tidak sekadar menjadi tempat berkumpul, tetapi berubah menjadi ruang bertumbuh. Para guru duduk melingkar, berdiskusi hangat, membuka laptop, dan menata ulang cara pandang mereka terhadap proses belajar mengajar. Workshop bertema Pengajaran Berbasis Keterampilan dan Pemahaman Konten Pembelajaran dengan narasumber Ibu Diana Puji Lestari, S.Pd., M.Pd., menjadi momentum refleksi sekaligus transformasi.
Kegiatan ini lahir dari kesadaran bahwa pembelajaran tidak cukup hanya selesai di papan tulis. Siswa tidak hanya membutuhkan materi, tetapi juga kemampuan untuk mengolah, memahami, dan mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata. Karena itulah, pendekatan berbasis keterampilan (skills-based teaching) menjadi fokus utama. Hal ini selaras dengan pernyataan Ibu Lailah Jamalah, S.Ag., selaku Wakil Kepala SD Baiturrohman Jember bidang Kurikulum yang mengungkapkan bahwa workshop ini membantu guru untuk mengembangkan strategi pembelajaran berbasis konten dan meningkatkan kolaborasi antar pengalaman guru untuk kualitas pembelajaran yang lebih baik lagi.
Dalam sesi materi, peserta diajak menelaah kembali praktik pembelajaran yang selama ini berjalan. Diskusi berkembang pada bagaimana mengkolaborasikan metode ceramah dengan ketrampilan sehingga menjadi aktivitas yang menantang nalar siswa. Guru didorong merancang pembelajaran yang mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas.
Tak berhenti pada strategi, workshop ini juga menekankan pentingnya penguasaan konten yang mendalam. Guru diajak membedah materi ajar secara konseptual, bukan sekadar memahami “apa yang diajarkan”, tetapi “mengapa dan bagaimana konsep itu bekerja”. Dengan pemahaman yang kuat, guru akan lebih percaya diri menjawab pertanyaan siswa dan mampu menjelaskan materi dengan cara yang lebih kontekstual.
Kepala sekolah dalam sambutannya menegaskan bahwa kualitas pembelajaran sangat ditentukan oleh kesiapan guru untuk terus berkembang.
“Guru bukan hanya pengajar, tetapi pembelajar sepanjang hayat. Ketika guru memperkuat keterampilan dan pemahaman kontennya, siswa akan merasakan dampaknya secara langsung di kelas,” tuturnya.
Suasana workshop terasa hidup dengan ide-ide yang mengalir, sehingga rancangan pembelajaran disusun ulang dengan perspektif baru. Di akhir kegiatan, para guru tidak hanya membawa hasil akhir pelatihan, tetapi juga semangat baru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna.
Workshop ini menjadi bukti bahwa perubahan besar dalam pendidikan selalu dimulai dari satu hal sederhana: kemauan guru untuk bertumbuh.