Jember, 5 Agustus 2026 – Sekolah yang baik tidak hanya menghadirkan ruang belajar bagi murid, tetapi juga membangun ruang dialog yang hangat bersama orang tua. Sebab pendidikan sejatinya bukan pekerjaan satu pihak, melainkan ikhtiar bersama yang bertumbuh dari komunikasi, kepercayaan, dan tujuan yang sama.
Semangat itulah yang terasa dalam kegiatan Sosialisasi Program SD Baiturrohman Jember Tahun Ajaran 2026/2027 yang diselenggarakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Bertempat di lingkungan sekolah, kegiatan ini dihadiri oleh seluruh wali murid kelas 1 hingga kelas 6 sebagai wujud komitmen sekolah untuk menghadirkan pendidikan yang terbuka, kolaboratif, dan berorientasi pada pembentukan karakter serta prestasi murid.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Pembina Yayasan Al Baiturrohman, Prof. Dr. H. Ahidul Asror, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar proses mentransfer pengetahuan, tetapi juga membangun manusia yang memiliki akhlak, integritas, dan kecintaan terhadap ilmu.
“Keberhasilan pendidikan lahir dari sinergi yang kuat antara sekolah dan keluarga. Ketika visi keduanya berjalan beriringan, maka insyaallah anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter,” tutur beliau.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Yayasan Al Baiturrohman, Prof. Dr. KH. Moh. Khusnuridlo, M.Pd. Beliau mengajak seluruh wali murid untuk menjadi bagian dari perjalanan pendidikan anak-anak dengan memberikan dukungan yang berkelanjutan, baik di rumah maupun di sekolah.
Menurut beliau, sekolah hanyalah salah satu ruang belajar. Rumah tetap menjadi madrasah pertama yang menentukan kuat atau tidaknya nilai-nilai yang ditanamkan kepada anak.
Memasuki sesi utama, Kepala SD Baiturrohman ustadz Hasan memaparkan arah kebijakan sekolah beserta visi pengembangan pendidikan selama satu tahun ajaran. Berbagai program unggulan diperkenalkan kepada seluruh wali murid sebagai bentuk transparansi sekaligus komitmen sekolah dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas. Keberlangsungan proses pembelajaran akan senantiasa tercipta. Kesuksesan akan terukir manakala segitiga emas saling bersinergi untuk masa depan gemilang dari generasi bangsa yang berkharakter luhur sesuai harapan.
Paparan kemudian dilanjutkan oleh masing-masing koordinator bidang yang menjelaskan program kerja secara komprehensif sesuai bidangnya. Koordinator Bidang Kurikulum memaparkan arah pembelajaran, penguatan literasi dan numerasi, asesmen, serta berbagai inovasi pembelajaran yang akan diterapkan selama satu tahun ajaran.
Sementara itu, Koordinator Bidang Kesiswaan menjelaskan berbagai program pembinaan karakter, pengembangan bakat dan minat, kegiatan ekstrakurikuler, hingga agenda pembiasaan yang dirancang untuk membentuk murid yang disiplin, mandiri, dan berakhlakul karimah.
Pada bidang Humas, wali murid diperkenalkan dengan sistem komunikasi antara sekolah dan orang tua, publikasi kegiatan sekolah, serta berbagai bentuk kolaborasi yang akan terus diperkuat agar informasi dapat tersampaikan secara cepat, terbuka, dan akurat.
Adapun Koordinator Bidang Sarana dan Prasarana menjelaskan pengembangan fasilitas sekolah sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, bersih, dan mendukung tumbuh kembang murid secara optimal.
Sepanjang kegiatan berlangsung, para wali murid tampak antusias mengikuti setiap sesi pemaparan. Berbagai pertanyaan, masukan, serta diskusi yang terjadi menjadi gambaran bahwa hubungan antara sekolah dan orang tua bukan sekadar hubungan administratif, melainkan kemitraan yang saling menguatkan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, SD Baiturrohman Jember berharap seluruh wali murid memiliki pemahaman yang utuh mengenai program, budaya sekolah, serta arah pengembangan pendidikan yang akan dijalankan selama Tahun Ajaran 2026/2027. Dengan demikian, setiap langkah pendidikan yang ditempuh sekolah dapat memperoleh dukungan penuh dari keluarga sehingga seluruh program dapat berjalan secara optimal demi menghadirkan pengalaman belajar terbaik bagi setiap murid.
Sosialisasi program ini menjadi penanda bahwa pendidikan yang bermakna selalu dimulai dari kesepahaman. Ketika sekolah membuka diri dan orang tua turut mengambil peran, maka yang tumbuh bukan hanya prestasi, melainkan juga generasi yang memiliki ilmu, adab, serta kepedulian terhadap sesama. Di situlah SD Baiturrohman Jember meneguhkan ikhtiarnya: menghadirkan pendidikan yang tidak sekadar mengajar, tetapi juga menumbuhkan.
