Menata Langkah, Menguatkan Ukhuwah: Sabtu Penuh Makna Keluarga Besar SD Baiturrohman

Jember, 9 Agustus 2026 — Sekolah tidak hanya tumbuh dari rencana-rencana besar. Kadang, ia justru bertumbuh dari hal-hal sederhana: duduk bersama, mengevaluasi apa yang belum sempurna, lalu saling menguatkan untuk memperbaikinya.

Semangat itulah yang terasa dalam kegiatan Rapat Koordinasi dan Silmi Sabar (Silaturrahim Sabtu Barokah) yang dilaksanakan oleh keluarga besar SD Baiturrohman Jember, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Kegiatan diawali dengan rapat koordinasi yang diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan SD Baiturrohman Jember. Forum ini menjadi ruang untuk melihat kembali perjalanan pembelajaran selama kurang lebih satu bulan pertama di tahun ajaran 2026/2027.

Berbagai hal menjadi bahan pembahasan, mulai dari pelaksanaan pembelajaran, dinamika murid di kelas, program sekolah, hingga sejumlah hal yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Pembahasan dimulai dari kepala sekolah, para koordinator bidang, guru kelas, hingga guru mata pelajaran.

Bagi Kepala SD Baiturrohman Jember, Ustadz Hasan, M.Pd., evaluasi bukan sekadar kegiatan untuk menemukan kekurangan, melainkan bagian dari ikhtiar bersama agar seluruh elemen sekolah dapat terus bertumbuh.

“Pendidikan tidak bisa dikerjakan oleh satu atau dua orang saja. Kita semua punya peran, mulai dari kepala sekolah, koordinator bidang, guru kelas, guru mata pelajaran, hingga tenaga kependidikan. Karena itu, kita harus kompak dan saling bekerja sama. Kalau kita berjalan bersama, insyaallah tumbuh kembang pendidikan di SD Baiturrohman akan semakin baik dan apa yang kita cita-citakan dalam visi sekolah, yaitu membentuk murid yang berakhlaq mulia, cerdas, dan berprestasi, dapat kita wujudkan bersama,” tutur Ustadz Hasan.

Dari ruang evaluasi itu, setiap catatan menjadi bahan untuk saling melengkapi. Persoalan dicari jalan keluarnya, sementara gagasan diberi ruang untuk tumbuh.

Sebab dalam dunia pendidikan, evaluasi bukanlah tanda bahwa sesuatu gagal. Evaluasi justru menjadi cara agar sekolah tidak berjalan sekadar berdasarkan kebiasaan, tetapi terus bergerak menuju pelayanan pendidikan yang lebih baik.

Usai rapat koordinasi, kegiatan kemudian berlanjut dalam suasana yang berbeda. Para guru dan tenaga kependidikan bersilaturrahim ke kediaman Ibu Leni Krisna Silvia, S.Psi., S.Pd., Gr.

Jika rapat sebelumnya mempertemukan gagasan, maka sesi ini mempertemukan hati.

Kegiatan Silmi Sabar diawali dengan pembacaan tawassul, Surah Yasin, tahlil, Rotibul Haddad, dan doa. Setiap pembacaan tersebut ada guru yang bertugas. Suasana berlangsung khidmat sekaligus hangat. Tidak ada sekat antara jabatan dan tugas. Yang hadir adalah satu keluarga besar yang menyempatkan diri untuk saling menguatkan.

Setelah rangkaian doa selesai, Shohibul bait, Ibu Leni Krisna Silvia, S.Psi, S.Pd , Gr., menyampaikan kultum singkat mengenai makna dan manfaat silaturrahim.

Dalam kultumnya, Ibu Leni menyampaikan bahwa silaturrahim bukan hanya tentang bertemu secara fisik, tetapi menjadi jalan untuk menjaga hubungan, mempererat persaudaraan, dan menghadirkan keberkahan dalam kehidupan.

“Silaturrahim itu bukan hanya tentang datang dan bertemu, tetapi tentang bagaimana kita menjaga hubungan dan hati satu sama lain. Ketika kita mau meluangkan waktu untuk bersilaturrahim, insyaallah akan tumbuh rasa saling mengenal, saling memahami, dan saling menguatkan. Mudah-mudahan melalui Silmi Sabar ini, kebersamaan keluarga besar SD Baiturrohman semakin erat dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ungkap Ibu Leni.

Barangkali, di situlah makna Silmi Sabar menemukan tempatnya. Sebab guru tidak hanya membutuhkan ruang untuk membahas pekerjaan, tetapi juga ruang untuk saling mengenal, saling mendoakan, dan mengingat kembali bahwa pendidikan adalah kerja bersama.

Rapat koordinasi mengajarkan bagaimana menjadi lebih baik. Silaturrahim mengingatkan mengapa kita perlu berjalan bersama.

Dari SD Baiturrohman Jember, Sabtu itu menjadi lebih dari sekadar agenda sekolah. Ia menjadi pengingat bahwa sekolah yang baik bukan hanya tempat ilmu ditumbuhkan, tetapi juga tempat kebersamaan, ketulusan, dan silaturrahim dirawat.

Dan barangkali, dari kebersamaan yang sederhana itulah, visi “Berakhlaq Mulia, Cerdas, dan Berprestasi” tidak berhenti sebagai rangkaian kata di dinding sekolah, tetapi perlahan diwujudkan dalam kerja nyata, setiap hari.