Membangun Budaya Disiplin, Berintegritas dan Suri Tauladan bagi Generasi Berkarakter: SD Baiturrohman Jember Menata Langkah Tahun Ajaran 2026/2027

Jember, 22 Juli 2026 — Tahun ajaran baru tidak pernah benar-benar dimulai ketika bel sekolah berbunyi. Ia dimulai jauh sebelumnya, ketika para guru memilih duduk bersama, menyamakan arah, menyusun strategi, dan menyepakati mimpi yang akan diperjuangkan selama satu tahun ke depan.

Semangat itulah yang terasa dalam Rapat Kerja SD Baiturrohman Jember Tahun Ajaran 2026/2027. Selama dua hari, seluruh guru dan tenaga kependidikan berkumpul bukan sekadar menyusun agenda administratif, melainkan merancang ikhtiar bersama agar setiap program yang lahir benar-benar bermuara pada kualitas pendidikan yang lebih baik. Jika ruang kelas adalah tempat benih-benih ilmu ditanam, maka rapat kerja adalah lahan tempat benih itu dipilih, dirawat, dan dipersiapkan sebelum akhirnya tumbuh menjadi karya nyata.

Hari pertama dibuka dalam suasana hangat namun penuh semangat. Seluruh peserta mengikuti pembukaan rapat kerja yang dihadiri Wakil Ketua Yayasan Al-Baiturrohman serta Pengawas SD Baiturrohman, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya sekolah membangun budaya kerja yang terarah dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Kepala SD Baiturrohman Jember mengajak seluruh guru menjadikan rapat kerja sebagai momentum menyatukan visi, bukan sekadar menyusun daftar kegiatan.

“Program yang baik bukanlah program yang paling banyak, melainkan program yang benar-benar memberi manfaat bagi peserta didik. Mari kita bekerja dengan hati, berkolaborasi dengan pikiran yang terbuka, dan menjadikan setiap langkah sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan pendidikan yang berakhlak, berkualitas, serta relevan dengan tantangan zaman.”

Menurutnya, tantangan dunia pendidikan terus berkembang. Karena itu, sekolah tidak cukup hanya mempertahankan capaian yang telah diraih, tetapi juga harus terus berinovasi agar mampu menjawab kebutuhan peserta didik di masa depan, begitu tutur Kepala SD Baiturrohman yang akrab disapa dengan Ustadz Hasan, M.Pd.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Yayasan Al-Baiturrohman menekankan bahwa keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tidak lahir dari kerja individu, melainkan dari kekuatan kolaborasi seluruh unsur sekolah.

“Sekolah yang hebat dibangun oleh tim yang saling menguatkan. Ketika guru, tenaga kependidikan, dan yayasan memiliki tujuan yang sama, maka setiap tantangan akan berubah menjadi peluang untuk terus bertumbuh. Mari kita jadikan rapat kerja ini sebagai ruang menyamakan langkah, memperkuat komitmen, dan menjaga amanah pendidikan dengan sebaik-baiknya.” Ungkap Bapak Drs. H. Agus Fathurrohman.

Sambutan tersebut menjadi pengantar bagi rangkaian agenda strategis yang mengisi hari pertama. Kepala sekolah memaparkan arah kebijakan serta target sekolah selama satu tahun ajaran mendatang, disusul penyampaian program kerja dari masing-masing koordinator bidang.

Koordinator Kurikulum menjelaskan strategi penguatan kualitas pembelajaran, penyusunan perangkat ajar, hingga evaluasi pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan peserta didik. Koordinator Kesiswaan memaparkan berbagai program pengembangan karakter, pembinaan prestasi, dan kegiatan siswa yang dirancang untuk membentuk pribadi yang aktif, disiplin, dan berakhlak mulia.

Sementara itu, Koordinator Hubungan Masyarakat menyampaikan strategi membangun komunikasi yang lebih erat dengan orang tua, masyarakat, dan berbagai mitra sekolah. Di bidang Sarana dan Prasarana, dipaparkan rencana peningkatan fasilitas belajar agar semakin nyaman dan mendukung proses pendidikan. Adapun Koordinator Tenaga Administrasi Sekolah menjelaskan langkah-langkah penguatan pelayanan administrasi yang efektif, tertib, dan profesional. Seluruh pemaparan berlangsung dalam suasana diskusi yang terbuka. Berbagai masukan, gagasan, dan evaluasi menjadi bagian penting dari penyusunan program agar setiap rencana benar-benar dapat diterapkan secara optimal selama satu tahun ke depan.

Memasuki hari kedua, rapat kerja berlanjut pada tahap yang lebih teknis namun tidak kalah penting. Seluruh guru mengikuti kegiatan penyusunan perangkat pembelajaran yang dipandu secara langsung oleh Koordinator Kurikulum, Ibu Lailah Jamalah, S.Ag.

Pada sesi ini, para guru menyusun berbagai perangkat pembelajaran sebagai fondasi pelaksanaan proses belajar mengajar selama satu tahun ajaran. Diskusi berlangsung aktif. Guru-guru saling bertukar pengalaman, menyelaraskan strategi pembelajaran, serta memastikan perangkat yang disusun selaras dengan kurikulum dan kebutuhan murid.

Usai penyusunan perangkat pembelajaran, kegiatan dilanjutkan dengan penyelarasan jadwal mata pelajaran bagi guru kelas maupun guru mata pelajaran. Proses tersebut dilakukan secara kolaboratif agar distribusi tugas mengajar berjalan proporsional, efektif, dan mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar sejak hari pertama sekolah. Di balik lembar-lembar jadwal yang disusun, sesungguhnya tersimpan tanggung jawab yang jauh lebih besar: memastikan setiap peserta didik memperoleh layanan pendidikan terbaik dari guru yang siap mengajar dengan perencanaan yang matang.

Rapat kerja kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan agar seluruh program yang telah dirancang mendapat kemudahan dalam pelaksanaannya.

Selama dua hari pelaksanaan, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, penuh kekeluargaan, dan sarat semangat kolaborasi. Bagi keluarga besar SD Baiturrohman, rapat kerja bukan sekadar agenda rutin tahunan. Ia adalah ruang untuk menyamakan arah, memperkuat komitmen, dan meneguhkan kembali alasan mengapa mereka memilih dunia pendidikan sebagai jalan pengabdian.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, SD Baiturrohman Jember optimistis seluruh program Tahun Ajaran 2026/2027 dapat terlaksana sesuai target dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan.

Sebab pada akhirnya, sekolah yang baik bukan hanya yang memiliki gedung yang megah atau program yang banyak. Sekolah yang baik adalah sekolah yang setiap awal tahun berani bertanya kepada dirinya sendiri: “Apa yang bisa kami lakukan agar anak-anak belajar dengan lebih baik daripada kemarin?” Dari pertanyaan itulah, setiap langkah besar selalu dimulai.